Yukk berkenalan dengan konsep dasar PWA(Progressive Web App)

Progressive Web Apps?? what this is?? Progressive Web Apps adalah konsep pengembangan aplikasi berbasis web yang mencakup penerapan teknologi terbaru dari browser seperti service workers dan app manifest. Konsep PWA dapat memberikan user pengalaman terbaik dalam menggunakan suatu aplikasi web walaupun dalam koneksi internet yang minim atau offline sekalipun dengan menggunakan service worker.

Service Worker?? apa lagi ini?? Service worker sendiri adalah sebagai pengatur request dan response pada sebuah aplikasi web yang dapat dirancang sesuai kebutuhan. pada service worker sendiri dapat digunakan sebagai metode caching network first, cache fallback dan juga dengan tambahan cache only pada berkas-berkas statis. Cara ini dipilih untuk menghindari eror token pada kerangka kerja Aplikasi Web dan tetap mendapat respons yang cepat ketika sebuah halaman web dibuka. Service worker sendiri adalah script yang berjalan di belakang browser pengguna.

Untuk memasang Service Worker sendiri ke dalam Aplikasi, kita butuh untuk mendaftarkanya dengan menggunakan JavaScript yang ada di dalam halaman web. Ada beberapa syarat dan prasyarat dalam menginstal service worker ini kayak mau nikah aja pakek syarat segala hehehe, Syaratnya adalah dukungan dari browser itu sendiri saat ini browser yang telah support dengan Service Worker ini adalah Chrome, Firefox dan Opera, untuk browser yang lainya cari tahu aja sendiri di google hehehe. Lalu syarat selanjutnya  untuk dapat menggunakan Service Worker ini aplikasi Web haruslah sudah menggunakan protokol HTTPS. untuk tutorial cara mendaftarkan Service Worker lihat aja dimari. Setelah diregistrasi, browser akan memulai tahap install service worker. Service worker akan menangani semua halaman di bawah scope dimana service worker di-install, lalu akan ada 2 kemungkinan state, terminated untuk menghemat memori, atau untuk menangani fetch ketika ada network request dari halaman web. Service worker bisa menangani berbagai jenis request, tetapi yang dapat disimpan kedalam cache hanya semua request jenis GET.

DAUR HIDUP SERVICE WORKER

Dengan menggunakan arsitektur App shell sendiri juga salah satu cara untuk mengimplementasikan PWA dengan memuat konten secara instan dan dapat diandalkan pada layar user. Sama juga seperti yang kita lihat pada aplikasi native. App shell merujuk pada resources lokal yang dibutuhkan oleh aplikasi web untuk memuat kerangka antarmuka aplikasi. Dan sebuah App shell sendiri selalu memuat di dalamnya HTML, terkadang dengan JavaScript dan CSS, dan mungkin juga dengan static resource lainnya yang merupakan bagian struktur halaman. Namun, konten sebenarnya yang spesifik terhadap suatu halaman tidak ikut disimpan. Dengan kata lain, App shell mencakup bagian dari aplikasi yang tidak atau bahkan jarang berubah dan bisa disimpan ke dalam cache, sehingga dapat langsung dimuat ke dalam sebuah halaman saat user membuka halaman pada kunjungan selanjutnya Sebuah App shell haruslah dapat dimuat dengan cepat, dengan menggunakan data sesedikit mungkin, menggunakan asset yang tidak berubah dari cache lokal, Dan juga memisahkan konten dan navigasi.

Yang membuat PWA ini seperti aplikasi native adalah dengan memperbolehkan pengguna untuk menginstal aplikasi web ke homescreen sebuah smartphone Android, sehingga memberikan user akses yang lebih cepat dan lebih mudah untuk membuka kembali aplikasi web tanpa harus mengakses URL-nya kembali. Dengan membuat App manifest yang berisi informasi tentang aplikasi, seperti nama, pemilik, ikon, dan deskripsi. App Manifest biasanya disimpan dalam file manifest.json.

OK Sekian dulu ye….

What nexts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *